Wednesday, Dec 13, 2017

Special Sponsor

 

INDONESIA HANDBALL ASSOSIATION

Visi Dan Misi

Hand Ball Rule

Enim leo Fusce Nam nec consectetuer

Hand Ball Equipment

Enim leo Fusce Nam

W H A T   I S   H A N D B A L L   ?


BOLA TANGAN (HANDBALL) adalah olahraga beregu di mana dua regu dengan masing-masing 7 pemain (6 pemain dan 1 penjaga gawang) berusaha memasukkan sebuah bola ke gawang lawan. Permainan ini mirip dengan sepakbola, tapi cara memindahkan bola adalah dengan tangan pemain, bukan kaki.

Lapangan bola tangan berukuran 40 m x 20m dengan garis pemisah di tengah dan gawang di tengah kedua sisi pendek. Di sekeliling gawang dibuat garis untuk menandai daerah yang hanya boleh dimasuki penjaga gawang. Bola yang digunakan lebih kecil dari bola sepak yaitu size 3,2 dan 1. Handball dimainkan selama 2 x 30 menit. Penalti dilakukan dari jarak 7 meter. Handball juga dipertandingkan di Olimpiade.
Handball adalah permainan yang menarik dimainkan di lima benua dengan lebih dari 180 negara dan 19 juta orang dari segala usia, di seluruh dunia. Pertama kali diperkenalkan sebagai olahraga luar ruangan selama Olimpiade Musim Panas Pada 1939, sejak itu olahraga handball dalam ruangan sudah ada dalam program Olimpiade sejak tahun 1972.

Handball pantai (Beach Handball) adalah cabang dari olahraga handball yang relatif baru sebagai olahraga permainan dan juga sudah memiliki aturan resmi pertama yang secara resmi diakui oleh Handball Federation (IHF) pada tahun 1994. Olahraga yang akan ditampilkan di 2013 World Games sedang dipertimbangkan untuk debut sebagai acara terpisah dengan handball ruangan pada tahun 2020 atau 2024 di Olympic Games. IHF dan federasi benua lainnya secara aktif mempromosikan handball pantai melalui pembinaan prestasi dan kompetisi internasional.

Induk Organisasi dari olahraga Bola tangan ini di International adalah International Handball Federation (IHF) yang berdiri sejak tahun 1946, Delapan negara pelopornya adalah denmark, Finlandia, Perancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Swiss, Swedia. Sampai tahun 2003 IHF memiliki jumlah peserta sebanyak 150 peserta negara dengan 80.000 klub dan 19 juta atlet putra maupun putri.

Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) adalah induk organisasi bola tangan di indonesia yang menjadi anggota dari International Handball Federation (IHF) sejak tahun 2007. Menurut Akta Notaris tentang Pendirian Asosiasi Bola Tangan Indonesia di depan Notaris Lilik Kristiwati, S.H., Asosiasi Bola Tangan Indonesia resmi berdiri tanggal 16 Agustus 2007. Pada tanggal 5 Juni 2009, ABTI resmi sebagai Full Member International Handball Federation (IHF) yang diketuai oleh Arie P. Ariotedjo.

15th Asian Womens Championship 2015

15th Asian Women’s Championship merupakan pertandingan yang diselenggarakan untuk kualifikasi kejuaraan Bola Tangan Dunia kategori puteri (World Women's Handball Championship 2015).

Kejuaraan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh International Handball Federation bekerja sama dengan Asian Handball Federation menjaga eksistensinya dalam penyelenggaraan rutin 2 tahun sekali. Pada tahun ini pula Indonesia kembali dipercaya untuk menjadi tuan rumah dalam kualifikasi asia kejuaraan bola tangan wanita tahun 2015.

Pada tahun 2012 di Yogyakarta diselenggarakan pula kegiatan yang sama tepatnya di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, dan kini Indonesia kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Adapun Negara yang turut menjadi peserta kualifikasi untuk nantinya mewakili wilayah asia untuk berkompetisi pada world women’s handball championship 2015 di Denmark, yaitu Indonesia, Korea, Japan, Iran, Turkmenistan, China, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Hongkong. Kegiatan tersebut berlangsung atas kerjasama antara Asosiasi Bola Tangan Indonesia sekaligus sebagai tuan rumah dan Asian Handball Federation. 15th Asian Womens Championship akan berlangsung pada 14 – 23 Maret 2015 di Gedung Olahraga POPKI Cibubur, Jakarta.

Berharap dengan berlangsungnya kegiatan ini, juga menjadi ajang sosialisasi cabang olahraga bola tangan sebagai olahraga yang dapat memasyarakat. Seluruh masyarakat dapat menyaksikan berlangsungnya kegiatan tersebut tanpa dipungut bayaran (gratis). Kemudian bagi setiap guru olahraga dan siapapun yang berminat dapat mengikuti kursus pelatih yang akan dilaksanakan seusai pertandingan pada setiap harinya. Ini merupakan kesempatan pula bagi Indonesia untuk dapat mengembangkan lebih tentang cabang olahraga bola tangan, sehingga dapat meningkatkan prestasi dan memperbaiki pembinaan terhadap cabang olahraga bola tangan. Nantinya akan diselenggarakan pula kursus untuk wasit berlisensi, yang mana peserta akan mendapatkan pengalaman dari pembicara yang sudah professional di tingkat Internasional dan dunia.

Sekali lagi, harapan Asosiasi Bola Tangan Indonesia melalui kegiatan ini dapat dimaksimalkan demi kemajuan prestasi bola tangan nasional. Kegiatan ini belum tentu ditahun mendatang dilaksanakan di Indonesia, oleh karena itu jangan sia-siakan kesempatan untuk hadir dan menjadi saksi penyelenggaraan 15th Asian Womens Championship. Handball Indonesia. Hand’s For Indonesia !!!